Bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-76 tepat pada 17 Agustus 2021. Sebuah rentangan waktu yang tua, namun nafas hidupnya masih sangat kuat dan menggema pada seantero dunia. Pada tempat pertama dan utama, kita patut memberikan ucapan terima kasih kepada para founding fathers (bapak-bapak bangsa) yang sudah meletakan fondasi dasar yang kokoh bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia. Kita juga perlu memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh rakyat Indonesia, yang dengan caranya masing-masing merawat dan menjaga bangsa Indonesia agar terus tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang kokoh, kuat dan menghasilkan buah-buah berkualitas.

Perayaan HUT RI ke-76 tahun 2021 bernaung di bawah tema besar “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor: B. 446/M/S/TU.00.04/06/2021 tertanggal 16 Juni 2021, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyampaikan bahwa tema tersebut mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik. Deskripsi tersebut digambarkan dalam komposisi dinamis antar bentuk geometris yang sederhana, namun kokoh, dan dalam perpaduannya bergeliat dengan energi yang lincah.

Pemerintah menyadari betul filosofi penentuan tema dengan situasi dan kondisi bangsa kita yang masih dalam cengkeraman pandemi covid-19. Fakta-fakta yang memprihatinkan masih menjadi sebuah kegelisahan besar yang selalu menghantui diri anak bangsa. Sudah dua tahun kita merayakan HUT RI dengan cara yang tidak seperti biasanya. Momen yang seharusnya dijadikan sebagai kesempatan untuk menyatukan kepingan-kepingan perbedaan dalam euforia proklamasi, justru dipaksakan untuk menikmatinya secara virtual lewat layar kaca televisi dan gadget. Tetapi ini bukan sebuah masalah yang layaknya dijadikan alasan bagi kita untuk tidak merayakan dan memaknai momentum hari bahagia dan bersejarah ini. Justru momentum ini menjadi sebuah refleksi yang mendalam sekaligus hendak melukiskan sikap, perilaku dan tata cara berkehidupan kita.

Kita sedang berada dalam situasi yang tidak baik-baik amat. Tetapi hal tersebut tidak membuat kita frustrasi dan putus asa hingga bahkan sampai harus merencanakan untuk menggulingkan pemerintah. Pagebluk covid-19 adalah masalah bersama yang membutuhkan kerja-kerja bersama juga dalam mengatasinya. Pemerintah selaku pembuat kebijakan tentu saja memperhitungan secara matang dampak buruk dari setiap kebijakan yang dikeluarkan. Kita perlu membangun satu kesadaran kolektif yang sama bahwa pandemi ini akan segera berakhir bersamaan dengan gagasan-gagagasan konstruktif kita dan juga perilaku-perilaku baik kita dalam mendukung setiap arahan, aturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal senada juga penting untuk diingatkan kepada pemerintah, untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama (bonum commune) dalam membuat sebuah kebijakan. Proses-proses pembuatan kebijakan pun harus selalu memperhatikan aspek kebutuhan pokok pada masyarakat akar rumput.

Pekikan sekali merdeka, tetap merdeka setidaknya melahirkan kembali semangat dan perjuangan kita yang mungkin selama ini sedang tertidur pulas akibat pandemi covid-19. Sebagai anak bangsa, kita terus dikenang oleh pekikan ini, sekaligus menjadi motivasi yang selalu menguatkan kita dalam berkarya dan memajukan bangsa Indonesia dengan berbagai macam cara. Pekikan ini juga serentak menguatkan diri kita agar terus tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang merdeka dalam segala aspek kehidupan. Tak terdengar lagi cerita penindasan, diskriminasi dan pengucilan terhadap sesama anak bangsa. Tak terdengar lagi aksi-aksi heroik yang berusaha untuk memisahkan diri dari bangsa Indonesia. Tak terdengar lagi rentetan berita-berita hoax yang menjurus pada perpecahan. Tak terdengar lagi litani persoalan yang mengarah kepada kehancuran dan kerusakan lingkungan hidup. Tak terdengar lagi hal-hal yang mengganggu dan merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Harapan ini yang harus selalu bersemai dalam sanubari kita sebagai anak bangsa. Ada beribu doa dan harapan yang terus dilantunkan dalam perayaan HUT RI ke-76. Semuanya itu akan menjadi kenyataan tatkala kita selalu berpikir bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang terbentang luas dari Sabang sampai Papua. Indonesia adalah rumah bersama dan bukan rumah segelintir orang.

(Epin Solanta – Guru SMA Strada Bhakti Wiyata, Penulis Buku Dialektika Ruang Publik: Pertarungan Gagasan)

Sebarkan artikel ini