Dalam rangka merayakan Hari Olahraga Nasional (Haornas), SMA Strada Bhakti Wiyata menggelar acara talk show secara virtual pada Kamis (09/09/2021). Bertemakan “Grow Generation with Pasionatte”, acara ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang pendidikan berbeda, yaitu Jeje Adriel (Streamer Mobile Legend) dan Divo Sashendra (Founder Garuda Revolution).

Acara talk show dimulai tepat pukul 11.00 WIB yang dipandu langsung oleh Jessica dan Meyta. Kedua pembawa acara langsung menyambut peserta talk show dengan penuh semangat. Sebelum acara talk show dilanjutkan, pembawa acara menyampaikan beberapa hal penting terkait aturan dan juga tata tertib selama acara berlangsung. Selain itu, pembawa acara memperkenalkan secara singkat profil dari narasumber.

Pada sesi pertama talk show, pembawa acara memberikan kesempatan kepada Jeje Adriel untuk membagikan pengalaman yang berkaitan dengan dunia mobile legend. Jeje memulainya dengan cerita awal bagaimana ia bisa masuk dan bergelut pada dunia mobile legend. Menurut Jeje, semuanya itu berawal dari hasrat atau keinginan untuk bermain game.

“Masuk ke dunia mobile legend diawali dengan ketertarikan atau suka main game. Ada kepuasan tersendiri. Nah ketika sudah bisa menyalurkan hobi, dengan sendirinya akan bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Dari situ, kita mulai membuat kelompok kecil. Bisa kelompok satu kelas atau satu sekolah. Selanjutnya mulai ikut turnamen. Selain untuk mendapatkan teman baru, juga untuk mengasah kemampuan,” paparnya.

Sementara itu, ketika ditanya terkait respon terhadap haters yang saat ini begitu menjamur di media sosial, Jeje tampak begitu tenang dan santai dalam meresponnya. Menurut Jeje, cuek adalah pilihan kata paling tepat untuk merespon haters. Meski demikian, Jeje juga mengingatkan kepada peserta untuk senantiasa fokus pada hal-hal yang sifatnya positif.

“Tak perlu direspon. Cuek dan bersikap bodoh amat aja. Biasanya yang disampaikan para hater itu hanyala ungkapan kebencian, dendam dan iri hati. Mending kita fokus pada hal-hal yang sifatnya positif,” imbuhnya.

Berbeda dengan Jeje yang menekuni dunia mobile legend, narasumber kedua yaitu Divo Sashendra dengan penuh antusias membagikan pengalamannya seputar dunia sepak bola. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang Divo yang saat ini menjabat sebagai COO AHHA PS PATI FC. Merespon pertanyaan dari pembawa acara perihal dampak pandemi terhadap dunia sepak bola dan juga para pemain, Divo menuturnya dengan penuh semangat. Menurut Divo, pandemi memberikan dampak terutama secara ekonomi. Hal ini dikarenakan banyak liga yang terpaksa harus dihentikan. Meski demikian, lanjut Divo, pandemi sejatinya tidak menjadi alasan untuk tidak berolahraga atau bermalas-malasan.

“Pandemi tentu punya dampak secara ekonomi ya. Terutama dialami oleh para pemain dan juga keluarga. Namun perlu diingat, pandemi tidak membuat kita bermalas-malasan dan berhenti untuk olahraga. Kita tetap berolahraga, seperti jogging dan bersepeda,” paparnya.

Ketika ditanya bagaimana cara supaya menjadi orang yang profesional pada salah satu bidang, menurut Divo, kuncinya adalah pada ketekunan dan disiplin. Divo membagikan pengalaman tentang salah seorang pemain PS PATI yang usianya masih muda yaitu 22 tahun. Pemain tersebut sudah bergabung pada squad inti, bekas ketekunan, disiplin dan kerja keras.

“Untuk bisa menjadi orang yang profesional atau menjadi orang sukses, harus diawali dengan kerja keras, disiplin dan ketekunan. Hanya inilah kuncinya. Sebab tidak ada kata terlambat bagi orang yang memiliki keinginan kuat,” tutupnya. (Epin)

Sebarkan artikel ini