Halo BeWinners!
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Pada kesempatan ini, kami akan mengajak BeWinners untuk mengenal lebih dekat kegiatan Live In di KPTT Salatiga, sebuah pengalaman belajar bermakna yang sarat akan nilai kepedulian lingkungan dan kemandirian.
KPTT (Kursus Pertanian Tanam Tani) Salatiga, yang berlokasi di Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, merupakan lembaga edukasi sekaligus pusat produksi di bidang pertanian dan peternakan. Di bawah naungan Serikat Jesus (Jesuit), KPTT mengusung konsep pertanian berkelanjutan (Integrated Farming) dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memaksimalkan pemanfaatan limbah organik.

Fokus utama KPTT terletak pada penerapan pertanian organik, pengendalian hama secara manual dan ramah lingkungan, serta menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Seluruh proses pertanian dijalankan secara optimal tanpa merusak tanah maupun mencemari lingkungan sekitar.
Selain itu, KPTT Salatiga menyediakan berbagai program pelatihan dengan durasi fleksibel, mulai dari pelatihan singkat satu hari hingga program Live In selama empat hari. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung di lapangan yang dipadukan dengan pembentukan nilai spiritual dan karakter. Dengan demikian, KPTT diharapkan mampu melahirkan petani yang berpendidikan, berpengalaman, berkarakter, serta peduli terhadap keberlanjutan kehidupan.
Pada 18–22 Januari 2026, KPTT Salatiga menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Live In yang diikuti oleh perwakilan siswa-siswi SMA dan SMK Strada dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Jakarta, dan Tangerang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud penghayatan nilai-nilai Strada, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian sosial, sikap saling menghormati dalam keberagaman, serta kesadaran untuk melestarikan alam.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti field trip ke seluruh area KPTT. Di Area 1, peserta diperkenalkan dengan pembibitan tanaman, peternakan sapi dan kambing, pengolahan kompos berbasis limbah ternak, serta pembuatan alat pengendali hama ramah lingkungan berupa Yellow Trap. Peserta juga diajak terlibat langsung dalam pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik.
Di Area 2, peserta melihat secara langsung interaksi antara petani dan masyarakat lokal melalui toko KPTT yang menjual aneka produk hasil pertanian, seperti jus buah, olahan daging sapi dan babi, serta makanan dan minuman khas KPTT. Peserta juga mengunjungi lokasi produksi log jamur yang dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung.
Sementara itu, di Area 3, peserta mempelajari pengelolaan peternakan babi, mulai dari pakan, kebersihan, hingga mekanisme reproduksi ternak. Lokasi peternakan ini berada cukup jauh dari permukiman penduduk sebagai upaya menjaga kenyamanan lingkungan dan mencegah pencemaran.
Pembelajaran Teori dan Inspirasi Masa Depan
Selain praktik lapangan, setiap malam peserta mendapatkan pembekalan teori yang meliputi pembuatan larutan Hoagland, permakultur, hidroponik, perbedaan pupuk organik dan nonorganik, media tanam, serta green entrepreneurship dan business model canvas. Melalui materi ini, peserta tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga tentang pemasaran dan perencanaan bisnis jangka panjang.

Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta juga mendapatkan beberapa tanaman untuk dibawa ke sekolah masing-masing dan dikembangkan menjadi proyek jangka panjang. Diharapkan, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama Live In di KPTT Salatiga dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bekal berharga dalam membentuk sikap mandiri, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan bagi para peserta, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk mengembangkan pertanian yang ramah alam dan berkelanjutan.
Recent Comments